Categories
Uncategorized

4+ Ragam Makhluk Hayati dan Cara Lidah Buaya Menyesuaikan Diri

herokickstartnigeria.org – Setiap makhluk hidup sejatinya memiliki habitat berbeda-beda. Agar dapat bertahan hidup pada habitatnya ataupun tempat lain dengan karakteristik serupa, tumbuhan harus kembali menyesuaikan dirinya. Menyinggung soal adaptasi diri, bagaimanakah cara lidah buaya menyesuaikan diri?

Cara Tanaman Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru

1. Xerofit

Masuk ke dalam jajaran tanaman yang beradaptasi dengan lingkungan panas dan tergolong kering, jenis makhluk hayati dalam xerofit sangatlah tahan terhadap kondisi lingkungan kurang air dan udara kering.

Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri dari tumbuhan xerofit.

  • Memiliki permukaan berlapis lilin dengan fungsi untuk mengurangi penguapan air dari dalam tubuhnya.
  • Umumnya mempunyai akar panjang guna memudahkannya dalam mencari air sampai ke kedalaman cukup.
  • Memiliki daun berukuran kecil dengan duri disekelilingnya. Gunanya ialah mengurangi penguapan.
  • Berbatang tebal untuk menyimpan lebih banyak cadangan cairan.

Adapun beberapa contoh tanaman dalam kategori xerofit adalah kurma, adenium, sansevieria, kaktus, buah naga, hingga lidah buaya. Tak ayal bila kemudian aloe banyak dibudidayakan di kawasan tropis lantaran memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik di daerah terik nan kering.

2. Hidrofit

Sesuai dengan namanya, hidrofit ialah kategori tanaman yang hidup ditempat basah dan berair. Hidrofit sendiri memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

  • Memiliki permukaan daun lebar.
  • Mudah terapung.
  • Ukuran akar lebih kecil untuk memudahkan air menyebar ke seluruh bagian daunnya.
  • Batang menggembung layaknya balon berongga berisi udara. Bagian tanaman inilah yang membuat spesies makhluk hayati bisa mengapung di air.

Salah satu contoh tumbuhan yang masuk dalam pengelompokan hidrofit adalah teratai, kiambang, kangkung, dan eceng gondok.

3. Higrofit

Jenis penggolongan ini biasanya diisi dengan tumbuhan-tumbuhan yang dapat bertahan hidup di daerah lembab seperti hutan. Salah satu ciri-ciri dari tanaman higrofit ialah:

  • Memiliki daun tipis dan lebar.
  • Mempunyai banyak stomata atau celah-celah kecil pada bagian daunnya.

Beberapa jenis tanaman yang termasuk dalam penggolongan higrofit adalah lumur, dedalu atau gandarusa, serta tumbuhan paku.

4. Halofit

Mampu menyesuaikan diri pada habitat ‘asin’ seperti halnya laut atau pantai, halofit didominasi oleh jenis tumbuhan yang tahan terhadap lingkungan berkadar garam tinggi. Biasa dikenal sebagai pohon bakau atau mangrove, halofit mempunyai beberapa ciri sebagaimana berikut:

  • Mempunyai akar relatif kuat.
  • Bagian akarnya terbagi dua, dimana salah satunya tertanam kuat di bawah air sementara sisanya mengapung pada permukaan air.
  • Biasanya separuh tubuhnya digenangi oleh air.

5. Mesofit

Mesofit adalah jenis pengelompokan tumbuhan yang biasa hidup pada kawasan tidak terlalu basah ataupun terlalu kering. Beberapa jenis tumbuhan dalam kategori ini memiliki karakteristik berkayu, sementara sisanya masih dalam keluarga rerumputan.

Beberapa ciri mesofit ialah:

  • Akar bercabang dengan pertumbuhan pesat.
  • Daun melebar dan cenderung tipis.
  • Guna menghindari penguapan berlebihan, stomata pada tanaman mesofit biasanya berada di bagian bawah daun.

Pepaya, pisang, mangga, rambutan, dan rerumputan adalah beberapa contoh dari mesofit yang umum ditemui di Indonesia.

Baca Juga : Cara Membuat Tulisan Vertikal Di Word

Layaknya cara lidah buaya menyesuaikan diri, semua jenis tanaman di muka bumi ini memiliki caranya masing-masing untuk beradaptasi di lingkungan bakal tempat tinggalnya.